BESTARI: Minaret Memori – Toko Buku SIP Publishing

Senin - Jum'at : 08.00 - 16.00 WIB | Sabtu : 08.00 - 13.00 WIB

BESTARI: Minaret Memori

Rp68.000

Category:

BESTARI: Minaret Memori

Penulis: Suprihatingsih, S.S.
Halaman: viii + 247 hlm
Ukuran: A5
Kertas: Bookpaper
Isi: Hitam putih
Cover: Softcover
Harga: Rp68.000

Sinopsis:

Bestari adalah seorang neurosains jenius yang hidup di tepi jurang. Ia menderita Sindrom Pendarahan Memori, sebuah kondisi genetik langka yang melarangnya merasakan emosi intens. Setiap lonjakan gairah atau duka dapat memicu badai kimiawi yang mengancam jiwanya. Baginya, kedamaian adalah rumus, dan cinta adalah risiko yang mematikan.

Untuk bertahan hidup, Bestari melakukan perjalanan ke Eger, Hungaria, di mana sejarah Islam dan Ottoman membeku dalam batu. Misinya: menemukan formula anti-kerinduan yang ditinggalkan oleh leluhurnya, Ahmad al-Rumi, seorang apoteker jenius abad ke-17. Ahmad dikabarkan menciptakan Gül-i Hâtıra (Mawar Kenangan), ramuan yang dapat mengawetkan cinta di tengah kehancuran perang.

Pencarian Bestari segera membawanya berhadapan dengan István Szabó, seorang pelestari sejarah yang keras kepala dan puitis. István, yang ternyata adalah keturunan langsung dari kekasih Ahmad, Katalin, tidak membawa data ilmiah, melainkan darah yang mengingat. Ia merasakan kerinduan leluhurnya, sebuah resonansi emosional yang István yakini sebagai takdir.

Terikat oleh artefak curian dan resonansi memori yang dibagikan, Bestari dan István dipaksa berkolaborasi. Dalam ilusi yang diinduksi oleh ramuan kuno itu, Bestari tidak hanya melihat kisah Ahmad dan Katalin, tetapi juga merasakan cinta terlarang mereka melalui resonansi István, yang kini menjadi pemicu dan pelindungnya sekaligus. Setiap sentuhan István mengancam untuk merobek pembuluh darah Bestari, tetapi setiap kata darinya menusuk lapisan es yang ia bangun di hatinya.

Perjalanan mereka membawa mereka dari reruntuhan Eger ke Makam Gül Baba di Budapest, mengungkap kebenaran pahit: Gül-i Hâtıra bukan penawar, melainkan racun yang menenangkan. Ahmad al-Rumi meninggal bukan karena patah hati, melainkan karena kekosongan sempurna yang ia ciptakan sendiri.

Reviews

There are no reviews yet.

Be the first to review “BESTARI: Minaret Memori”

Your email address will not be published. Required fields are marked *

SIP BOOKSTORE

Kantor Pusat

Kantor Pelayanan

Copyright SIP Publishing | Design by Zhafira Media