KETIKA SAMPAH MENJADI IRAMA IRAKAS
Iringan dari Benda Bekas: Menghidupkan Tari, Menumbuhkan Karakter, Merawat Lingkungan
Penulis: Yunik Ekowati
Halaman: 114 hlm
Ukuran: A5
Kertas: Bookpaper
Isi: BW
Cover: Softcover
Harga: Rp65.000
Sinopsis:
KETIKA SAMPAH MENJADI IRAMA IRAKAS
Iringan dari Benda Bekas: Menghidupkan Tari, Menumbuhkan Karakter, Merawat Lingkungan
Apa yang terjadi ketika benda yang dianggap sampah justru menjadi sumber kreativitas?
Berawal dari kegelisahan seorang guru Seni Budaya terhadap pembelajaran tari yang sering berhenti pada kegiatan meniru, lahirlah IRAKAS (Iringan dari Benda Bekas). Kaleng, botol, kardus, ember, dan berbagai benda sederhana diubah menjadi sumber bunyi untuk menemukan irama, merangsang gerak, dan menciptakan karya tari.
IRAKAS bukan sekadar metode membuat iringan tari. Ia adalah perjalanan belajar yang mengajarkan peserta didik untuk berani mencoba, bekerja sama, bertanggung jawab, menghargai perbedaan, menghadapi kegagalan, dan menemukan solusi dari keterbatasan.
Di saat yang sama, benda bekas mengajarkan satu kesadaran penting: sesuatu yang dianggap tidak berguna belum tentu kehilangan nilai. Dari sampah, anak belajar melihat kemungkinan. Dari bunyi, mereka menemukan irama. Dari irama, lahir gerak. Dari gerak, tercipta karya. Dan dari proses itulah karakter tumbuh.
KETIKA SAMPAH MENJADI IRAMA adalah kisah tentang bagaimana keterbatasan dapat berubah menjadi kekuatan, benda sederhana menjadi media pembelajaran, dan kelas biasa menjadi ruang lahirnya kreativitas, karakter, serta kepedulian terhadap lingkungan.
Sebab, yang berubah bukan hanya sampah menjadi irama, tetapi juga cara anak memandang dunia.





Reviews
There are no reviews yet.