PULANG KE PELUKAN INERIE
Penulis: Lusia Yasinta Meme, S.Pd., M.Pd.
Halaman: viii + 151 hlm
Ukuran: A5
Kertas: Bookpaper
Isi: Hitam putih
Cover: Softcover
Harga: Rp80.000
Sinopsis:
Di sebuah kampung adat di kaki Gunung Inerie, dua remaja, Oris dan Maria saling jatuh cinta. Boleh dikatakan ini cinta pertama dan cinta mati. Namun, keduanya harus berbenturan dengan tembok kasta yang kokoh. Oris hanyalah seorang pemuda miskin dari kalangan Rang Bawah yang hanya mampu menamatkan pendidikan SD, sementara Maria berasal dari keluarga terpandang dari Rang Atas. Puncaknya, saat Maria menjadi sarjana ayah Maria menghina Oris dengan kata-kata yang begitu merendahkan, menginjak-injak harga dirinya hingga hancur berkeping-keping. Dengan hati yang penuh dendam, luka dan kecewa, Oris memilih pergi. la merantau ke Surabaya, ia bersumpah untuk menghapus jejak kemiskinannya dan menghapus luka di hatinya.
Nasib baik berpihak pada Oris di kota Surabaya. Ia bertemu dengan Pak Santoso, seorang pengusaha kaya yang melihat kejujuran dan keuletan Oris dalam bekerja. Karier Oris melesat, dan di sana ia menemukan Sari, gadis manis asal Sidoarjo. Meski terhalang perbedaan keyakinan, cinta mereka menang. Sari memilih berpindah keyakinan menjadi Katolik demi hidup bersama Oris. Oris merasa inilah kebahagiaan yang selama ini dia cari. la merasa telah menang dari masa lalunya yang kelam. Namun, langit indah itu runtuh di usia pernikahan mereka yang ketiga saat mereka dikaruniai dua malaikat kecil dan saat karier Oris pun sedang di puncak. Sari mengkhianati janji sucinya dan kembali ke pelukan Reza, mantan kekasihnya. Bagi Oris, pengkhianatan ini bukan sekadar urusan cinta, melainkan harga dirinya yang kembali diinjak untuk kedua kalinya. Trauma dihina oleh keluarga Maria bangkit kembali, memicu amarah yang tak terkendali. Dalam puncak kegelapan hatinya, Oris mengambil keputusan fatal. la menghabisi nyawa Sari dan Reza demi membasuh noda di hatinya.
Enam tahun mendekam di balik jeruji besi, Oris menghabiskan waktu untuk menebus dosanya dengan berbenah diri. Selama itu, kedua buah hatinya dirawat oleh keluarga Pak Santoso yang baik hati. Setelah menghirup udara bebas, Oris membawa kedua anaknya pulang ke kampung halaman, kembali ke pangkuan ibunya yang sedang sakit di bawah kaki Gunung Inerie yang dingin. Namun, kepulangannya disambut berita duka yang lebih menyakitkan dari penjara mana pun. Maria, cinta sejatinya yang dulu terenggang paloa, telah tiada. Maria meninggal dunia dalam kesepian dan sakit yang tak kunjung sembuh saat Oris masih di penjara membawa pergi harapan tentang cinta yang belum sempat ia perjuangkan kembali. Kini, di bawah keperkasaan Gunung Inerie, Oris harus belajar hidup dengan kenangan pahit, merawat ibunya. dan menjadi ayah bagi anak-anaknya di atas tanah yang pernah menghinanya. Ibunya adalah alasan Oris untuk pulang. Tempat di mana ia mendapatkan pelukan yang paling nyaman setelah kedua wanita yang dicintainya pergi dari dunia yang kejam dan fana. Kini Oris menjaga Gunung Inetienya yang nyata yaitu ibunya hingga takdir menutup kisah mereka dengan pelukan keabadian.





Reviews
There are no reviews yet.