SEEKOR KEKASIH YANG TERGILA-GILA PADA PUISI
Penulis: Fikri Fariz
Halaman: xii + 97 hlm
Ukuran: A5
Kertas: Bookpaper
Isi: Hitam putih
Cover: Softcover
Harga: Rp60.000
Sinopsis:
Manusia adalah binatang yang diberi akal. Ungkapan ini ada benarnya. Manusia memang pernah menjadi binatang, setidaknya saat mengembangkan otaknya sendiri. Sejak masih janin muda, otak manusia disebut sebagai otak reptil karena hanya tau cara bertahan hidup seperti reptil, menangis dan tertawa. Kemudian hingga usia balita, otak manusia mengembangkan otak mamalia dimana emosi dan ingatan mulai dibangun dengan rapi selayaknya mamalia. Sempurnanya otak manusia adalah ketika mampu mengembangkan otak primata, yaitu otak yang sudah mampu berimajinasi dan berbahasa secara baik. Mirip seperti primata.
Namun anehnya manusia seringkali marah bila diasosiasikan dengan binatang. Padahal di kehidupan sehari-hari, seringkali kita mendengar kalimat ‘gigimu lucu seperti kelinci’ atau ‘lehermu panjang seperti jerapah’ atau yang lebih menarik lagi ‘kulitmu bersisik seperti ikan’ . Bukankah ini berarti alam bawah sadar manusia sebenarnya senang diserupakan dengan binatang? Maka gunakanlah kata seekor untuk kekasih. Manusia yang hilang akalnya ketika jatuh cinta, sama saja seperti binatang. Manusia yang hilang akalnya ketika marah dan sedih, sama juga seperti binatang. Selamat membaca. Inilah kisah seekor kekasih yang tergila-gila pada puisi





Reviews
There are no reviews yet.