SINGADIPA, SINGA PERANG DARI BUMI BANYUMAS: Dibalik Perang Dipanegara “Loyalitas, Strategi dan Spiritual” – Toko Buku SIP Publishing

Senin - Jum'at : 08.00 - 16.00 WIB | Sabtu : 08.00 - 13.00 WIB

SINGADIPA, SINGA PERANG DARI BUMI BANYUMAS: Dibalik Perang Dipanegara “Loyalitas, Strategi dan Spiritual”

Rp100.000

Category:

SINGADIPA, SINGA PERANG DARI BUMI BANYUMAS:
Dibalik Perang Dipanegara “Loyalitas, Strategi dan Spiritual”

Penulis: Aditya Hera Nurmoko dan Talita Veda Azaria
Halaman: xxx + 320 hlm
Ukuran: A5
Kertas: Bookpaper
Isi: Hitam putih
Cover: Softcover
Harga: Rp100.000

Sinopsis:

Di balik kabut tipis yang menyelimuti mobilisasi perjuangan melawan kolonial di tiga wilayah yaitu kadipaten Ajibarang, Kertanegara dan Roma, kemudian jalur pegunungan jalur pegunungan Wonosobo hingga Ledok, jalur wilayah pesisir Pantai Selatan Ayah dan Karang Bolong, serta titik akhir perjuangan dan persembunyian yaitu Watubelah, Kalijaran, hingga Panembangan Cilongok Banyumas,, tersimpan sebuah narasi besar yang selama ini terabaikan oleh riuh rendahnya catatan sejarah arus utama. Selama hampir dua abad, sejarah Perang Jawa (1825–1830) seringkali hanya berpusat pada episentrum Yogyakarta dan Magelang. Namun, di tanah Mancanegara Kilen—wilayah barat yang menjadi palagan krusial—perlawanan sengit dikobarkan oleh seorang panglima yang keberaniannya melegenda dalam tutur lisan anak cucunya, namun nyaris bisu dalam buku teks sejarah. Dialah Singadipa, sang “Singa Perang dari Banyumas”.

Buku ini merupakan sebuah ikhtiar intelektual dan spiritual untuk “melawan lupa”. Melalui narasi yang mengalir deras, pembaca diajak menyusuri lorong waktu, membuka kembali lembar-lembar naskah keluarga, dan mendengarkan kembali pitutur (pesan lisan) para sesepuh yang masih menjaga api ingatan tentang kepahlawanan lokal. Singadipa bukan sekadar nama; ia adalah representasi dari karakter Banyumasan yang egaliter, teguh, dan tak gentar menghadapi penindasan meskipun harus bergerilya di medan yang sunyi.

Yang menjadikan karya ini begitu istimewa dan otentik adalah ruh keberpihakannya pada identitas lokal. Buku ini lahir dari rahim inisiatif putra daerah Banyumas, Aditya Hera Nurmoko, yang berkolaborasi secara apik dengan mutiara muda berbakat dari tanah yang sama, Talita Veda Azaria. Kolaborasi dua generasi ini mencerminkan keberlanjutan semangat nguri-uri sejarah leluhur agar tidak hilang ditelan zaman.

Setiap bab dalam buku ini adalah undangan untuk merasakan kembali napas perjuangan di Banyumas, menghidupkan kembali sosok Singadipa sebagai pilar penyangga pertahanan Pangeran Diponegoro di sektor barat. Ini bukan sekadar buku sejarah; ini adalah persembahan cinta dari warga Banyumas untuk tanah kelahirannya, sebuah bukti bahwa dari daerah ini, lahir pemikiran-pemikiran yang mampu mengguncang kemapanan narasi sejarah nasional.

Melalui buku ini, Singadipa tidak lagi menjadi singa yang tersembunyi. Ia kembali hadir, mengaum di tengah-tengah kita, mengingatkan bahwa martabat dan harga diri adalah warisan yang harus dijaga oleh setiap generasi yang menginjakkan kaki di atas bumi Banyumas. Lewat piwelingnya Singadipa berpetuah “Yen dadi priyayi/pegawai, numpak jaran aja ndongak, Yen dadi tani, kudu murakabi, Yen dadi kiai, aja semuci-suci”.

Reviews

There are no reviews yet.

Be the first to review “SINGADIPA, SINGA PERANG DARI BUMI BANYUMAS: Dibalik Perang Dipanegara “Loyalitas, Strategi dan Spiritual””

Your email address will not be published. Required fields are marked *

SIP BOOKSTORE

Kantor Pusat

Kantor Pelayanan

Copyright SIP Publishing | Design by Zhafira Media