Senin - Jum'at : 08.00 - 16.00 WIB | Sabtu : 08.00 - 13.00 WIB

Ada Cinta di Selat Hormus

Rp95.000

Category:

Ada Cinta di Selat Hormus

Penulis: Mustopa
Halaman: viii + 178 hlm
Ukuran: B5
Kertas: Bookpaper
Isi: Hitam putih
Cover: Softcover
Harga: Rp95.000

Sinopsis:

Ada Cinta di Selat Hormus

Selat Hormus, jalur strategis penghubung samudra dan dunia, kembali menjadi pusat perhatian global ketika ketegangan geopolitik meningkat dan mengancam stabilitas ekonomi serta perdamaian internasional. Di tengah krisis yang dipicu oleh perebutan energi dan kepentingan politik, dunia berada di ambang konflik besar yang dapat meluas menjadi perang terbuka.

Di balik gejolak tersebut, kisah cinta terlarang tumbuh di antara dua anak manusia dari latar belakang yang berbeda: Fatime Mernisi, seorang mahasiswi yang menjunjung nilai keluarga dan tradisi, dan Andrea Laurent, mahasiswa asing yang menyamar dengan identitas baru sebagai Ali Atturki demi bisa tetap berada dekat dengan Fatime. Pertemuan mereka di Mesir mengubah diskusi akademik menjadi persahabatan, lalu berkembang menjadi cinta yang diuji oleh sejarah, politik, dan perbedaan identitas bangsa.

Konflik semakin rumit ketika ketegangan di Selat Hormus meledak menjadi krisis internasional. Andrea terlibat dalam misi kemanusiaan penyelamatan korban di tengah laut yang terbakar oleh konflik, namun justru ditangkap dengan tuduhan sebagai mata-mata. Di saat yang sama, Fatime harus berhadapan dengan penolakan ayahnya, Abdullah, yang awalnya memandang hubungan mereka sebagai ancaman akibat luka sejarah dan kebencian antarbangsa.

Seiring berjalannya waktu, kesaksian para korban yang diselamatkan Andrea mulai mengubah pandangan dunia. Konflik hukum dan politik bergeser menjadi pengadilan moral yang mempertanyakan arti kemanusiaan di atas kepentingan negara dan ekonomi. Dukungan tokoh agama, diplomat, serta masyarakat internasional membuka jalan bagi rekonsiliasi yang perlahan melunakkan hati banyak pihak, termasuk Abdullah.

Setelah melalui rangkaian peristiwa dramatis—ledakan di laut, misi penyelamatan, penangkapan, hingga proses diplomasi internasional—Andrea akhirnya dibebaskan sementara. Restu keluarga pun diberikan, membuka jalan bagi pernikahan sederhana di tepi Selat Hormus yang menjadi simbol persatuan lintas bangsa, agama, dan budaya.

Namun kisah mereka tidak berhenti di sana. Andrea dan Fatime kemudian mendirikan yayasan kemanusiaan “Anak-anak Perdamaian”, yang berfokus pada pendidikan toleransi dan bantuan bagi korban konflik. Beberapa tahun kemudian, Selat Hormus kembali menjadi jalur damai perdagangan dunia, sementara mereka hidup berdampingan bersama anak-anak mereka, mengenang masa lalu sebagai pelajaran berharga.

Novel ini menutup perjalanan dengan pesan filosofis bahwa meskipun minyak menggerakkan ekonomi dunia, cinta, kasih sayang, dan kemanusiaanlah yang menjadi kekuatan sejati yang mampu menyelamatkan peradaban manusia dari kehancuran.

Reviews

There are no reviews yet.

Be the first to review “Ada Cinta di Selat Hormus”

Your email address will not be published. Required fields are marked *

SIP BOOKSTORE

Kantor Pusat

Kantor Pelayanan

Copyright SIP Publishing | Design by Zhafira Media