JEJAK PEMIKIRAN AL-ASYMUNI: Menguak Perbedaan Tafsir Dari Titik Waqaf Al-Qur’an
Penulis: Sukirno
Halaman: x + 396 hlm
Ukuran: A5
Kertas: HVS
Isi: Hitam putih
Cover: Softcover
Harga: Rp110.000
Sinopsis:
Bagi sebagian besar pendaras awam, berhenti sejenak atau waqaf tatkala melantunkan ayat suci sering kali hanya dianggap sebagai kompromi atas keterbatasan sirkulasi udara di paru paru. Padahal, di dalam khazanah keilmuan Islam, disiplin ilmu waqaf dan ibtida merupakan pilar utama penjaga kemurnian akidah, keutuhan tata bahasa Arab, serta kelurusan tafsir. Kesalahan memutus kalimat di pertengahan ayat tidak sekadar merusak estetika pelafalan, melainkan berpotensi melahirkan distorsi pemaknaan yang menyimpang jauh dari kehendak Sang Pemilik Kalam.
Buku ini hadir untuk menyingkap signifikansi tata letak jeda bacaan Alquran melalui lensa pemikiran mahaguru ilmu qiraat, Ahmad bin Abdul Karim Al Asymuni, yang termaktub di dalam mahakaryanya Manar al Huda. Melalui telaah yang tajam, penulis mengajak Anda untuk membedah anatomi klasifikasi perhentian suara secara komprehensif mulai dari kesempurnaan waqaf tam, kelenturan waqaf kafi dan hasan, ruang kebebasan waqaf jaiz, hingga peringatan teologis yang keras terhadap bahaya waqaf qabih.
Tidak sekadar menyajikan teori klasik di menara gading, karya ini secara empiris membuktikan bagaimana setiap markah perhentian tersebut berimplikasi langsung terhadap keragaman corak penafsiran di sepanjang Surah Al Baqarah, sebuah surah terpanjang yang sarat akan kompleksitas dialektika teologi, sejarah umat terdahulu, hingga regulasi yurisprudensi fikih.
Sebuah literatur yang wajib dimiliki oleh para akademisi, mufasir kontemporer, pengajar Alquran, serta setiap individu muslim yang merindukan interaksi spiritual yang lebih mendalam dengan kitab sucinya. Membaca buku ini akan menyadarkan kita pada satu hakikat agung: kesempurnaan tartil sejatinya tidak hanya terletak pada kemerduan suara, melainkan pada kecerdasan dan adab dalam menempatkan jeda.





Reviews
There are no reviews yet.