KDRT: KISAH DALAM RUMAH TANGGA
Kumpulan Cerita
Penulis: I Kadek Apdila Wirawan
Halaman: viii + 110 hlm
Ukuran: A5
Kertas: Bookpaper
Isi: Hitam putih
Cover: Softcover
Harga: Rp65.000
Sinopsis:
Rumah seharusnya menjadi tempat pulang, tempat cinta bertumbuh, dan tempat setiap anggota keluarga merasa aman. Namun, di balik pintu yang tertutup, setiap rumah menyimpan cerita berbeda. Ada keresahan yang lahir karena jarak, kebahagiaan yang diperjuangkan melalui penantian panjang, kegelisahan saat integritas diuji oleh kebutuhan, serta kesetiaan yang harus bertahan di antara jabatan dan godaan.
Melalui sepuluh cerita pendek, buku ini menghadirkan beragam wajah kehidupan rumah tangga. Budi dan Ani berjuang mempertahankan cinta di tengah jarak dan badai. Bagus dan Indah menempuh perjalanan panjang demi memperoleh buah hati. Gusti dan Ayu berhadapan dengan batas tipis antara pemberian, rasa terima kasih, dan uang haram. Raden dan Rachel berusaha menjaga janji ketika jarak, jabatan, dan kekuasaan datang menguji hubungan mereka. Sementara itu, Rangga dan Rani belajar bahwa persoalan keuangan bukan hanya tentang jumlah penghasilan, tetapi juga harga diri, keterbukaan, dan kesediaan untuk tumbuh bersama.
Namun, tidak semua rumah mampu melindungi penghuninya. Cintia kehilangan masa remaja dalam perkawinan yang terlalu dini dan dipenuhi kekerasan. Vivi diperlakukan seolah-olah rahimnya hanya alat untuk melahirkan keturunan laki-laki. Kirana terus menciptakan gambaran tentang “suami terbaik” demi menutupi luka yang dialaminya. Mira berusaha melepaskan diri dari suami yang menggunakan cinta sebagai alat untuk menguasai. Adapun Dinda harus menyelamatkan diri dan anaknya dari perhatian berlebihan yang perlahan berubah menjadi pancaman, dan ketakutan.
Buku ini memaknai KDRT secara lebih luas: Keresahan, Kebahagiaan, Kegalauan, Kesetiaan, Keuangan, Kekerasan, Kesedihan, Kepalsuan, Kekuasaan, dan Kepiluan Dalam Rumah Tangga. Setiap cerita mengajak pembaca memahami bahwa kekerasan tidak selalu meninggalkan lebam yang terlihat. Ia dapat hadir melalui kata-kata yang merendahkan, tekanan ekonomi, pengendalian berlebihan, pemaksaan terhadap tubuh, manipulasi emosional, dan relasi kuasa yang dibungkus atas nama cinta.
Inilah kisah tentang orang-orang yang mencintai, bertahan, terluka, memaafkan, dan akhirnya berani menentukan pilihan. Sebab, tidak setiap keutuhan harus dipertahankan dengan mengorbankan diri, dan tidak setiap perpisahan berarti kegagalan. Terkadang, meninggalkan rumah yang melukai adalah satu-satunya jalan untuk kembali menemukan rumah di dalam diri sendiri.





Reviews
There are no reviews yet.