NEGERI TANPA PEMBELI: Distopia Teknologi dan Manusia
Penulis: Gilarsi W. Setijono
Halaman: 263 hlm
Ukuran: 13 x 19 cm
Kertas: Bookpaper
Isi: BW
Cover: Softcover Bersayap
Harga: 125.000
Sinopsis:
Ketika mesin mengambil alih dunia, apa yang tersisa untuk manusia?
Di era 2030-an, Indonesia memasuki masa keemasan teknologi—AI dan robot menggantikan jutaan pekerjaan, membuat pabrik, bank, dan toko ritel beroperasi nyaris tanpa manusia. Efisiensi melonjak, harga barang merosot, produktivitas nasional menembus rekor. Namun di balik kemajuan itu, terbit paradoks yang mengerikan: siapa yang akan membeli produk-produk sempurna itu jika manusia kehilangan penghasilan?
“Negeri Tanpa Pembeli” adalah novel spekulatif yang mengajak pembaca menyelami seperempat abad perjalanan Indonesia menghadapi revolusi kecerdasan buatan. Melalui kisah Pak Budi, pekerja pabrik yang digantikan robot; Bu Sari, teller bank yang meratapi lenyapnya makna kerja; Sinta, sarjana muda yang kalah cepat dari algoritma; dan Maya, CEO startup AI yang terjebak dilema etis—novel ini menuturkan kegelisahan, perlawanan, sekaligus secercah harapan manusia di tengah badai otomasi.
Ketika raksasa ritel tumbang, ekonomi terpecah, dan jutaan orang terlempar ke jurang pengangguran, masyarakat pun menempuh jalan baru: barter digital, gerakan Belanja Lokal, Pilih Manusia, hingga percobaan Universal Basic Income. Di puncak krisis, Indonesia menggelar referendum nasional—memilih antara otomasi total atau kolaborasi manusia-mesin. Hasilnya? Lahir sebuah model unik: Pancasila AI, yang menempatkan kemanusiaan di jantung setiap algoritma.
Novel ini bukan sekadar fiksi ilmiah; ia adalah refleksi sosial yang relevan—tentang harga diri manusia, kearifan lokal, dan tanggung jawab moral para pencipta teknologi. “Negeri Tanpa Pembeli” menawari visi masa depan yang optimis sekaligus membumi: masa depan teknologi bukan ditentukan algoritma, melainkan pilihan dan kebijaksanaan manusia.
Siapkah Anda menghadapi dunia di mana mesin bisa segalanya—kecuali menjadi manusia?
Temukan jawabannya dalam “Negeri Tanpa Pembeli”: sebuah novel spekulatif yang menyentuh, menggugah, dan sangat Indonesia—untuk siapa pun yang peduli pada masa depan kemanusiaan di era AI.





Reviews
There are no reviews yet.